Tampilkan postingan dengan label Keterangan Kemasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keterangan Kemasan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 September 2007

Jamu Nomor 5...

Minggu, 11 Mei 2003
Jamu Nomor 5...


SEBUT saja Jamu Nomor 5. Pengecer, agen, atau distributor di Cilacap, Jawa Tengah, sudah mafhum bahwa yang dimaksud adalah jamu khusus untuk laki-laki.

Perajin jamu di Cilacap memang menggunakan kode nomor 5 untuk jamu yang peruntukannya bikin laki-laki makin perkasa dalam perkara ranjang. Nomor 5 sudah semacam nama generik seperti nomor 2, misalnya, untuk rematik. Nama paten dengan begitu bisa macam-macam.

Sebagai salah satu pusat penghasil jamu tradisional di Jawa Tengah dengan 600-an merek-sebagaimana jumlah perajin atau pengusaha yang terdaftar-di Koperasi Jamu Jawa Aneka Sari dari Cilacap bisa ditemukan puluhan nama paten bagi urusan keperkasaan itu. Bilang beberapa saja: Machoman, Perkasa Super, Pro Stamin, Raga Vit 12, dan Stutman. Kemasannya beragam. Ini biasa. Yang enggak biasa, komponen peramunya dari satu paten ke paten lain bisa pula beraneka. Padahal, khasiat yang diiming-iminginya sama. Oh, mysterium fascinatum!

"Wah, ini yang saya cari," kata seorang laki-laki berumur 45 tahun di satu bilangan di Cilacap. "Yang ini sudah pasti bikin greng."

Tiga kawannya mengomentari kehebatan beberapa bungkus jamu merek Machoman dan Stutman yang dibuat seorang perajin di Kecamatan Kroya, Cilacap. Entah dari mana mereka mendapatkannya karena kedua merek jamu itu konon sudah tidak diproduksi lagi. Yang menarik, daya pugar Machoman dan Stutman ini sudah dimulai sejak di kemasan. Sampulnya bergambar perempuan telanjang.

Menurut keterangan sejumlah pengecer dan agen, jamu kuat laki-laki adalah produk jamu yang kini paling banyak dicari. Jadi, mestinya paling laris juga.

Di urutan kedua adalah jamu nomor 1. Khasiatnya disebut-sebut bikin gemuk. Peringkat ketiga diraih jamu nomor 2, ya itu tadi, untuk rematik. Masalahnya, belakangan ini si nomor 5 sulit dicari. Apa pasal? Lantaran penarikan makanan suplemen Australia?

Tunggu dulu. Jauh sebelum sebutan suplemen didengung-dengungkan, konsumsi jamu sudah lama mentradisi di Pulau Jawa. Harga jamu yang relatif murah membuat kedatangan makanan suplemen mahal dari luar negeri itu menciptakan stratifikasi kelas sosial di sektor ini: jamu untuk kelas bawah, suplemen untuk kelas menengah ke atas.

Kembali pada kelangkaan si nomor 5. Seorang pedagang jamu di Kota Sampang, Cilacap, menyebutkan, "Mungkin karena pemasarannya sekarang ini lebih banyak justru ke luar Jawa."

Akan tetapi, ada faktor lain. Badan Pengawas Obat dan Makanan dalam empat tahun terakhir mengumumkan bahwa berbagai jenis jamu dicampuri obat keras. Salah satu yang ditemukan adalah jamu "Sehat Laki-laki" yang, menurut temuan Badan POM, dicampur dengan antalgin. Entah apa kaitan antalgin dengan keperkasaan.

Dokter Paulus Ghozali dari Rumah Sakit Umum Margono Soekardjo, Purwokerto, menyebutkan, "Kalau ada orang yang mengatakan setelah minum jamu kuat laki-laki dan dalam waktu relatif pendek kejantanannya berjolak, itu bukan lantaran jamu. Itu hanya sugesti." (NTS)

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0305/11/Fokus/304359.htm

Rabu, 19 September 2007

Apakah Jamu itu?

Jamu : Ramuan unik dari Indonesia yang telah terbukti khasiatnya selama berabad-abad.

Nama Jamu
Jamu adalah sebutan orang Jawa terhadap obat hasil ramuan tumbuh-tumbuhan asli dari alam yang tidak menggunakan bahan kimia sebagai aditif. Konotasi tradisonal selalu melekat pada Jamu sebab Jamu memang sudah dikenal lama sejak jaman nenek moyang sebelum farmakologi modern masuk ke Indonesia. Oleh karena itu, banyak resep racikan Jamu sudah berumur ratusan tahun dan digunakan secara turun temurun sampai saat ini.

Sebutan ini diperkenalkan pada publik oleh 'dukun' atau 'tabib', ahli pengobatan tradisional jaman dulu. Dari sinilah tradisi minum jamu memasyarakat. Dan sekarang, diperkirakan 80% penduduk Indonesia pernah menggunakan Jamu. Sebagaimana masyarakat barat mengenal susu, Jamu sangat popular bagi masyarakat Indonesia.

Sejarah Jamu
Tidak ada yang dapat memastikan sejak kapan tradisi meracik dan meminum jamu muncul. Tapi diyakini tradisi ini telah berjalan ratusan bahkan ribuan tahun. Tradisi meracik dan meminum jamu sudah membudaya pada periode kerajaan Hindu-Jawa. Hal ini dibuktikan dengan adanya Prasasti Madhawapura dari jaman Majapahit yang menyebut adanya profesi 'tukang meracik jamu' yang disebut Acaraki.

Tradisi tersebut terus dikembangkan di keraton Yogya dan Solo, yang kemudian menjadi referensi utama bagi hampir semua perusahaan jamu di Indonesia. Meski demikian, sampai permulaan abad XX tradisi tersebut masih menjadi sesuatu yang ekslusif, hanya dikerjakan oleh kalangan tertentu saja. Sampai akhirnya Tan Swan Nio dan Siem Tjiong Nio memassalkannya dengan mendirikan Djamoe Industrie en Chemicalien Handel "IBOE" Tjap 2 Njonja pada tahun 1910 di Surabaya. Sejak saat itu, sejarah jamu dimulai.

Bentuk Jamu
Ada beberapa bentuk formula jamu yang siap pakai. Bentuk bubuk/powder merupakan bentuk yang paling umum. Namun adanya perkembangan teknologi membuat bentuk Jamu tidak terkesan tradisonal lagi. Banyak produsen jamu yang sudah mencetaknya dalam bentuk, pil, kapsul, kaplet, maupun cair.

Perbedaan Jamu dengan Obat Modern
Perbedaan yang paling mencolok antara jamu dengan obat modern terletak dari bahan pembuatnya. Jamu menggunakan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang langsung diambil dari alam. Sedangkan Obat moderen dihasilkan dari senyawa bahan-bahan kimia sintetis. Oleh karena itu, tingkat efek samping jamu relatif sangat minim dibanding dengan obat modern. Jamu merupakan obat alami yang bebas efek samping.

Jamu di Negara Lain
Pada dasarnya, setiap negara atau wilayah mempunyai tradisi yang serupa dengan tradisi Jamu di Indonesia. Ramuan kesehatan tradisonal dari Negara India, Cina, atau Arab telah terkenal sejak dulu. Tradisi ini juga sudah berlangsung sejak lama. Namun 'Jamu' Indonesia mempunyai keistimewaan tersendiri. Ramuan 'Jamu' Indonesia sangat variatif dan bahan bakunya berkualitas sangat baik. Indonesia merupakan tempat yang sangat subur untuk hidupnya berbagai macam jenis dan varietas tanaman obat-obatan. Banyak tanaman langka untuk keperluan obat-obatan yang tumbuh subur di Indonesia.


Sumber : http://www.jamuiboe.com/jamu.php

Sabtu, 08 September 2007

Sekilas tentang Kresna aka Kresno



Kresna dalam pewayangan Jawa



Kresna sebagai Awatara memperlihatkan wujudnya yang sebenarnya kepada Arjuna


Kresna atau Krishna (berasal dari bahasa sansekerta) adalah salah satu Dewa yang banyak dipuja oleh umat Hindu karena dianggap merupakan aspek dari Brahman. Nama lengkapnya adalah Vāsudeva Krishna. Ia disebut pula Nārāyana, yaitu sebutan yang merujuk kepada perwujudan Dewa Wisnu yang berlengan empat. Dalam pewayangan Jawa, Prabu Kresna merupakan Raja Dwarawati, kerajaan para Yadu dan merupakan titisan Dewa Wisnu. Pada perang Bharatayuddha, beliau adalah sais atau kusir Arjuna. Ia juga merupakan salah satu penasihat utama Pandawa. Kresna dikenal sebagai seorang yang sangat sakti. Ia memiliki kemampuan untuk meramal, mengubah bentuk menjadi raksasa, dan memiliki bunga wijaya kusuma yang dapat menghidupkan kembali orang yang mati. Ia juga memiliki senjata yang dinamakan cakrabaswara yang mampu digunakan untuk menghancurkan dunia. Ia wafat dalam keadaan bertapa dengan perantaraan panah seorang pemburu bernama Ki Jara yang mengenai kakinya.

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Kresna